Arya and Me

Agustus 22, 2008

Cerita ini ditulis berdasarkan pengalaman dan fantasi seorang teman. Terima kasih atas pengalamannya. Apabila ada diantara pembaca yang juga ingin memberikan ide fantasi, pengalaman seru, atau pengalaman cinta kalian atau apa saja, tulis saja ke tulissurat@gmail.com. Ditunggu ya, dan semoga anda suka dengan cerita ini.

——————————————————————————————————–

Arya & Me – written by the original writer; re-checked by me.

Kisah ini terjadi kira-kira 4 tahun lalu, waktu gue masih kelas 3 SMA di salah satu kota di Kalimantan Timur. Bermula ketika gue terlambat masuk sekolah, tepatnya hari selasa. Setelah diizinkan guru piket untuk masuk, pikir-pikir gue males masuk kelas soalnya tanggung sebentar lagi pelajaran pertama juga selesai. Akhirnya gue nunggu di Kelas 3.A1 yang bersebelahan dengan kelas gue 3.A2 dan kebetulan sedang kosong karena sedang pelajaran olahraga. Sambil nunggu, gue ngutak-atik hp gue, sambil nge-game tuk ngusir jenuh. Tak lama kemudian gue kaget karena pintu kelas terbuka, padahal jam olahraga belum selesai. Ternyata seorang cowok anak kelas 3.A1 masuk. Namanya Arya, cowok ini ganteng, agak gemuk, kulitnya putih. Sebenarnya gue udah lama kagum ma ni cowok, tepatnya sejak kelas 2. Gak tau napa sejak ketemu dia, gue selalu deg-degan gak karuan. Padahala waktu itu gue belum kenal ma dia. Gue kenal dia sejak naik kelas 3 ini.

“Eh, elu Put. Ngapain disini? Gak masuk kelas?”. Tanya dia. “Gak. Gue tadi telat, males masuk. Nanggung, ntar aja masuk pelajaran kedua.” Jawabku. “Oh…” “Elu sendiri koq dah kelar olahraganya.?”. Tanya gue. “Gue haus, mo ngambil minum di tas gue”. Jawabnya.

Gue berusaha mengontrol diri gue, karena dia kelihatan macho banget. Apalagi dengan kaos olahraganya yang basah oleh keringatnya dan agak ketat dengan celana selutut yang membuat gue terpesona. Apalagi aroma tubuhnya yang maskulin menambah gairah gue. Akhirnya dia ngelepas kaosnya dan duduk di bawah AC, sepertinya dia merasa gerah. Tapi dia masih memakai singlet putih. Wah, apa ini godaan atau hadiah buat gue. Baru kali ini gue ngeliat tubuh dia walopun masih dibungkus singlet dan celana pendeknya. Gue ngerasa penis gue menegang ngeliat keringatnya yang keluar membasahi singlet putih. Bahunya terlihat kekar, perutnya yang mulai terbentuk membuat gue jadi salah tingkah. Gue terus mencuri pandang, sampai akhirnya dia nyadar kalo gue merhatiin dia.

“Knapa Put, kayaknya daritadi elo merhatiin gue.?”. Tanya dia. Gue kelabakan, tapi gue mencoba tenang dan menjawab, “Eh, gak papa. Badan lo bagus juga yah. Pasti sering fitnes?” Gue membuka percakapan. “Ah gak juga, gue baru 1 minggu ikut fitnes. Tapi ini belum apa-apa.” Jawabnya. Gue mendekat dan mulai merayu, “Gue jadi iri nih sama lo, jadi pengen juga punya bodi kayak lo”. “Biasa aja ah…” Sepertinya dia mulai risih gue dekatin. “Tapi jujur bodi lo tu bagus, gue juga pengen kayak lo. Apalagi lo banyak banget di kejar-kejar ma cewek-cewek di sekolah ni.” Sambil becanda, gue terus merayu dia. “Masa sih?”. “Yakin” Gue mulai meraba bahunya. “Keras banget ototnya” “Makanya ikut fitnes juga biar kayak gue”, ternyata dia gak curiga ama gerak-gerik gue. Gue pun meneruskan meraba-raba dadanya, tentunya dengan izin dia sampai akhirnya gue sengaja nyentuh kontol dia. “Upss, sorry ya!! Gede juga punya lo.” “Ah, kamu bisa aja, lo mau liat?” dia menawarkan ke gue. Gue gak nyangka ternyata dia begitu welcome, entah apa yang gue pikirin. Apa dia juga GAY kayak gue ato cuma bercanda doank. Tapi gue gak mau ngelewatin kesempatan emas ini. Setelah dia mengeluarkan kontolnya dari balik celananya gue langsung horny ngeliatnya sambil menelan ludah gue. Tentunya kontol gue juga mengeras. Ternyata dia ngeliat klo kontol gue mengeras karena celana gue lumayan ketat. “Lo kenapa horny gitu ngeliat kontol gue? Suka ya?” tanya dia. Gue kaget dia nanya kayak gitu, tapi udah terlanjur basah ini ya gue iyakan aja. Ternyata dia malah menawarkan untuk menghisap kontol dia..”Elo mau gak ngisap gue?” Tanpa menjawab gue langsung menyambar kontolnya dan mnghisap dengan ganasnya, seperti orang lapar. Dia cuma merem melek sambil mendesah keenakan. Gue baru ngerasa kalo mungkin selama ini dia juga gay. Tapi gak penting, yang penting di mulut gue sekarang udah ada kontol dia yang enak banget. Dengan bulu2 halus yang tertata rapi menambah keindahan kontolnya. Gue meneruskan aksi gue, dan dia pun terus mendesah pelan. Untungnya ruang kelas di sekolah kami tertutup rapat, tanpa jendela sehingga tidak ada orang yang tau. “Arggghh…Terus put. Enak banget” Gue memainkan lidah gue di lubang kencingnya. “Ahhhh…uhhhh….Put gue udah gak tahan nih.” Gue gak menghiraukan dia, sampai akhirnya spermanya muncrat di mulut gue. Dia terus mendesah. Setelah mulut gue penuh sperma gue keluarkan kontolnya, dan gue berdiri dan langsung menyambar mulutnya. Gue langsung mencium dia, dan mengeluarkan spermanya yang masih di mulut gue. Dia pun mengimbangi permainan gue. Kita berciuman sambil memainkan spermanya di mulut kita berdua sampai puas. Dan akhirnya gue menelan sebagian spermanya, dia juga begitu. Dan kita berpelukan. “Ah enak banget Put.” katanya “kontol lo, juga enak banget.” “Baru kali ini kontol gue dihisap, dan gue pengen dihisap lagi” “Gue siap koq, ngisap lagi” “Jangan sekarang” “Ya, kapan?” Akhirnya dia memasukkan kontolnya ke dalam celananya dan mengganti kaosnya dengan seragam, karena sebentar lagi pelajaran dimulai. Dan gue mengelap mulut gue yang masih belepotan sperma. Setelah dia memakai seragamnya gue duduk berdua dan bertanya. “Ar, elo GAY?” “Hmm..sebenarnya gue udah lama suka ma cowok. Tapi gue takut kalo sampe orang-orang tau” Jawabnya. “Gue gak bakal bilang ke temen2 koq, jujur gue juga suka ma cowok terutama sama lo. Gue udah dari kelas 2 suka merhatiin lo” “Gue tau koq, makanya waktu gue masuk kelas tadi gue mau liat reaksi lo gimana waktu gue buka kaos. Dan gue sengaja biarin lo pegang2 badan gue.” Gue malu, tapi gue senang akhirnya gue tau dia juga sama kayak gue. “Oh, sorry ya?” “Gak usah malu lagi, sekarang kan kita udah sama2 tau kalo kita sama2 GAY” Gue langsung nembak dia. “kalo gitu elo mau gak jadi cowok gue” “Hmmmm, mau” jawabnya. Gue senang banget denger itu. Kita berpelukan dan gue mencium pipinya lembut. Tak terasa jam udah menunjukkan pukul 08.45 itu berarti sebentar lagi bel pelajaran kedua segera di mulai. Anak2 kelas 3.A1 mulai berdatangan dan gue keluar dan bersikap seperti tidak terjadi apa2. Dan gue masuk kelas gue. Setelah kejadian itu gue sering melakukan hubungan dengan dia, mulai dari berciuman mesra di belakang sekolah waktu istirahat, sampai menghisap dan menyodomi masing-masing sepulang sekolah di toilet. Bahkan ketika ortunya keluar kota untuk urusan bisnis gue sering berkunjung ke rumahnya untuk sekedar melampiaskan nafsu kami. Begitu seterusnya selama 1 semester kami berhubungan. Setelah lulus aku memutuskan melanjutkan kuliah ke Jogja, sementara dia melanjutkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Tapi kami masih berhubungan via email. Bahkan tiap liburan, dia menyempatkan datang ke Jogja hanya untuk melepas rindu. Tapi sudah setahun ini kami jarang berhubungan karena aku sedang sibuk dengan tugas-tugasku tapi aku masih merindukan pelukan tubuh Arya, bau tubuhnya, kontolnya, spermanya, ciumannya, hisapannya, segalanya….

Sampai sekarang belum ada yang tau kalau gue GAY, kecuali Arya. Bahkan sejak kuliah ini gue udah 3X pacaran sama cewek untuk sekedar menjaga jati diri gue. Tapi di dunia maya gue sering banget sex chat dengan banyak cowok dan tentunya mereka tidak kenal siapa aku sebenarnya.

END of Arya and Me.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.