! Orgi; Pesta Anak Jalanan

Anak jalanan, sebuah fenomena di kota besar di negara terkebelakang seperti negara kita ini, miskin, miskin harta walaupun negeri kaya karena salah urus dan para elite politiknya lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya ketimbang kepentingan bangsa, miskin moral, tidak ada lagi tokoh yang dapat menjadi panutan baik tokoh formal maupun tokoh informal semuanya berlomba menjadi homo caninus, serigala bagi sesama manusia. Demikianlah anak jalanan tumbuh kembang dalam lingkungan chaos, anarkis dan tak ubahnya manusia primitif diberi baju, struggle for life, bukan sekedar kiasan tapi sudah menjadi kenyataan yang sebenarnya karena setiap harinya mereka harus benar benar berjuang agar dapat hidup untuk hari itu dan besok kembali lagi berjuang demikian terus menerus hari demi hari mereka isi dengan perjuangan yang tiada henti atau mati.

Anak jalanan, usia pre pubertas sampai usia puber dimana kehidupan membuat mereka lebih cepat matang secara seksual, betapa tidak, setiap malamnya mereka dengan leluasa dapat menikmati pemandangan yang dapat membangkitkan gairah seksual, cumbu rayu heteroseksual maupun homoseksual secara gamblang berlangsung didepan mata mereka bahkan entot mengentot antara kontol dengan memek, antara kontol dengan kontol juga dengan bebas dapat mereka nikmati dan tidak tertutup kesempatan untuk sekalian ikut dalam pergulatan nafsu birahi tersebut atau bahkan menjadi subjek pelampiasan nafsu binatang jahanam seorang manusia jalang. Tidak ada lagi yang menjadi faktor kendala bagi mereka dalam menumpahkan luapan hormon jantan yang menggejolak didalam tubuh mereka, agama? tak satupun diantara mereka yang mengerti untuk apa ada agama, norma? inilah norma yang mereka anut berdasarkan pengalaman hidup mereka mengharungi jalanan di kota metropolitan, hukum? lebih lagi mereka tidak mengerti binatang apakah itu yang namanya hukum, penegak keadilan? hah… justru tak jarang kelompok itu pula yang memanfaatkan mereka tanpa peri keadilan sedikitpun. Jadi hari demi hari mereka lalui hanya mengikuti naluri dasar seorang manusia, makan, minum, ngentot dan tidur, habis perkara… itulah hidup.

Bedeng kosong dibawah jembatan layang itu tidak seperti biasanya, malam ini kelihatan ramai berkumpul beberapa pengamen yang mendendangkan lagu dengan peralatan musik seadanya, dengan menghidupkan api unggun dari sisa kayu bangunan, dan minuman keras murahan beredar dari mulut ke mulut menghangatkan suasana. Dua orang waria menari diiringi nyanyian dan alat musik tersebut, semakin lama tarian waria itu semakin erotis, mendesah mengerang sambil mengusap usap sekujur tubuh mereka dan terkadang sampai mengangkat rok mereka mempertontonkan paha putih mulus sampai kepangkal paha membuat kelompok pengamen jalanan tersebut semakin hot dan bergairah. Bergantian pengamen jalanan tersebut menjadi pasangan waria yang menari dan tak jarang pula tangan mereka menggerayangi tubuh sintal waria anjing itu dan sebaliknya tangan gemulai waria tai kucing tersebut membelai tonjolan kontol mereka atau mengusap otot dada mereka yang menonjol dengan penuh kemesraan . Kini dua orang pengamen muda, rambut gondrong tebal riap riap menyentuh bahu mereka yang bidang, kancing baju terbuka semua menampakkan gelembung otot dada mereka yang dihiasi pentil gede item melenting, celana jeans belel robek disana sini ketat ngepas kepaha dan betis dan cetakan kontol mereka tercetak tegas dicelana yang dikenakan, ikut menari bareng dengan kedua waria tersebut. Gerakan erotik penari jaipong, gitek, geol, goyang menjadi tema tarian mereka pada malam itu dan keringatpun membasahi tubuh muda mereka ditambah lagi udara hangat dibawah jembatan layang dan panas api unggun serta kobaran alkohol yang ditenggak membuat suasana pesta semakin semarak semakin hot dan semakin liar. “!” kontol ngaceng orgi anak jalanan.

Aku ikut ngaceng melihat suasana pesta liar anak jalanan malam itu dan ikut bergabung dengan mereka, tak ada yang protes ketika aku duduk dalam lingkaran kelompok mereka sementara semua mata memandang aksi dua waria dengan dua pengamen tersebut, semakin erotik semakin binal dan kontol kontol penonton semakin ngaceng pula terlihat dari tonjolan didepan celana mereka pada menggelembung semua bahkan sudah adapula celana yang basah bertitik noda precum. Dua pengamen lain bangkit dari duduk dan ikut bergabung dengan waria yang sedang menari bersama dua pengamen sebelumnya, menempelkan masing masing kontol ngaceng yang udah keluar dari celana mereka kebokong waria yang sedang mengeol geolkan pantatnya, suitan bersahutan menimpali aksi dua pengamen terakhir, dan suara musik semakin naik temponya semakin cepat dan semakin cepat dan kedua waria yang sedang terengah engah bercucuran keringat baju tersingkap tetek sebelah keluar rok tergulung sebagian keatas dan celana merah segitiga melorot menampilkan daging buah pantat mereka, perlahan digiring kedalam bedeng kosong dibawah jembatan layang tersebut diikuti oleh kelompok pengamen lain. Api unggun sudah meredup tinggal bara api merah hitam, nyanyian pengamen telah berganti dengan desahan dengusan dan lenguhan erotik didalam bedeng. Kedua waria sedang dientot mulut dan lobang pantatnya oleh keempat pengamen muda perkasa, empat pasang pengamen lain saling ngloco bahkan mulai bergantian saling emut kontol ngceng temannya dan aku tak dapat lagi menahan diri untuk tidak segera bergabung edalam pesta orgi anak jalanan.

Aku menduduki kontol ngaceng seorang pengamen muda berotot basah kuyup berkeringat dada bidang terbuka perut rata berotot six pack dan kontolnya yahud banget, gede panjang berurat dengan kepala kontol mengembang mirip helm pasukan Nazi basah kuyup juga berkeringat bercampur pre cum dan air liurku ketika aku selomotin sebelumnya. Ceprot.. kontol masuk kelobang pantatku yang juga sudah basah, sambil cipokan dengan mulutku dia menghentak hentakkan tubuhnya sehingga kontolnya semakin dalam semakin mantap masuk menyeruak lobang pantatku, dan tubuhku terlempar naik turun dengan lobang pantat berisi kontol gede panjangnya yang tak pernah lekang dari anusku. Sebuah kontol lagi datang diantara mulutku dan mulutnya, kami cipokan dengan batang kontol berada diantara mulutku dan mulutnya dan arrggh.. ada sebuah kontol lagi berusaha bareng masuk dengan kontolnya kedalam lobang pantatku. Sementara seorang waria dientot sambil digendong dan sebuah kontol juga menghajar lobang pantatnya yang sudah berisi kontol yang menggendongnya, dia teriak teriak keenakan, waria yang satu lagi doggy style mulutnya bergantian dimasuki tiga kontol dan lobang pantatnya juga digilir oleh tiga kontol… hnnggh… hnnggh… arrggh… oh fuck me harder, oh shit, fuck meeeeee…. Desahan, erangan dan lenguhan jantan dari anak jalanan yang buas dan liar menghunjamkan senjata kejantanannya melepaskan beban lonjakan lecutan hormon lelaki sejati mengisi keheningan bedeng kosong dibawah jembatan layang. “!” kontol ngaceng orgi anak jalanan.

Entah berapa batang kontol menghunjam menyemburkan pejuh dilobang pantatku, entah berapa batang kontol pula muncrat didalam mulutku, malam itu insting binatang jalangku benar benar terpuaskan dibawah jembatan layang. Menjelang pagi kedua waria itu berdiri terseok seok dan pulang dengan langkah tertatih tatih (ha ha ha…, keciaaan deh elo), pakaian robek nggak karuan, darah mengalir dari lobang pantat mereka yang udah dedel dower berlumuran pejuh, kencing dan tai oleh entotan orgi kontol anak jalanan. Aku masih terkulai lemas diselangkangan seorang pengamen, kontolnya masih didalam mulutku dan dibelakangku seorang pengamen yang berambut gondrong tebal riap riap dibahunya memeluk tubuhku dari belakang tertidur pulas dengan kontolnya masih menancap dilobang pantatku… ledzaaat, tidur diantara tubuh ketat lelaki muda jantan perkasa, aroma tubuh mereka luar biasa mengalahkan aroma parfum Giogio Armani maupun Hugo Boss, membuat kontolku kembali ngaceng berdenyut denyut dipagi buta dibawah jembatan layang, ngloco sambil mengulum kontol dimulut dan mengempot kontol lain dilobang pantat… crrooth… hmmpph… crrooth… hmmpph kembali aku muncrat.

“!” kontol ngaceng orgi anak jalanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: