!Remaja X Remaja: Aku dan Tio part 1

Saat aku duduk di bangku SMP, aku mempunyai teman yang sebut saja bernama Tio. Wajah Tio sangat cute, dia lebih pendek dariku dan orangnya lucu. Entah apa perasaanku terhadap dia, yang pasti setiap aku dekat dengan dia aku merasakan kontolku perlahan2 ngaceng. Ketika kelas 1 kami sekelas namun ketika kelas 2 kelas kami jadi berbeda. Walaupun kami berbeda kelas, kami sering jalan berdua ketika istirahat. Kami ke kantin, perpus, dan lain2. Tapi yang paling aku suka adalah sholat jumat bersamanya di masjid sekolah. Aku dan Tio selalu bersebelahan dan karena masjidnya ramai, kami berdua terhimpit di dinding. Pada saat itu aku suka cari kesempatan mencium pipinya dan memeluk tangannya dengan alasan terdorong orang. Tio selalu berolahraga dengan teman2nya sebelum sholat Jumat sehingga bau keringatnya dan nafas terengah-engahnya membuatku ngaceng ketika sholat Jumat bersamanya.

Pada hari Jumat, seperti biasa aku dan Tio sholat Jumat bersama. Kali ini kami dapat tempat di pojok belakang dan Tio yang duduk di sebelah dinding sehingga aku menggencetnya. Aku sangat menikmati posisi kami. Keringat Tio mulai bercucuran dan napasnya mulai terengah-engah karena jauh dari jendela dan kipas angin. ARGH… Aku jadi ngaceng melihatnya. Tiba2 Tio bertanya, “Rid, bawa tissue ga?”. Aku mulai cari kesempatan dan menjawab,”adanya sapu tangan, buat ngelap keringet ya? Aku lap aja yah..”. Tio mengangguk. Aku pun mulai mengusap keningnya memakai sapu tangan dengan tangan kanan sedangkan tangan kiriku merangkulnya. Tanganku makin nakal. Aku mengusap lehernya hingga turun ke dadanya dan membuka satu kancingnya dan kuusap dada dan putingnya. Tio diam saja tanpa curiga bahwa aku telah horny abis. Ketika qomat diucapkan, dia berdiri dan berterima kasih, “thanks ya, rid”.

Seusai sholat, Tio tiba2 mengajakku ke rumahnya, “rid, ke rumah gua yuk.” aku balik bertanya “mau ngapain?”. “udah.. Ikut aja lah..” aku pun menurut saja. Rumah Tio cukup dekat sehingga kami hanya perlu berjalan kaki. Setelah 5 menit akhirnya kami sampai. Kedua orangtua Tio pergi kerja sedangkan kakaknya kuliah. Jadi kami hanya berdua. Tio mengajakku ke kamarnya dan aku menurut saja.

Ketika kami berdua sudah masuk kamar, Tio mengunci pintu kamarnya. Tio mendudukkanku di ranjang. Tiba2 dia memelukku, dia mencium leherku dan berkata,”gua suka sama lo, lo mau kan ML sama gua?” tangannya menahanku. Aku berontak dan berkata dalam hati, “aku ini masih smp, aku belum mau ML sama siapapun termasuk dngan orang yang kutaksir sekali pun!” namun tangan Tio kuat sekali menahanku bahkan dia mencium bibirku. Tio menyeretku menuju kepala ranjang. Lalu Tio mengambil seutas tali dan mengikat tanganku di sana. Lalu dia duduk di atas perutku. Aku hanya bisa merintih kesakitan karena diikat. Dia memijat2 dadaku. Dia menciumku, lidahnya mendorong2 bibirku dan kubalas lidahnya. Aku akhirnya menyerah, aku pasrah saja, ini sudah terlanjur.

Tio membuka kancing kemeja sekolahnya satu per satu dengan perlahan. Setelah kancingnya terbuka semua, kemejanya dibiarkan menggantung di badannya. Dia membuka kancingku juga. Lalu dia menindih tubuhku. Tio menciumi dadaku, putingku dijilatinya.

~bersambung~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: