!Remaja X Remaja: Aku dan Tio part 2

Tio mulai merangkak menuju wajahku. Dia mendekati telingaku, dijilat, digigit, dan dia berbisik, “Rid… Lo milik gua…” aku menjawab, “tapi Tio, kenapa harus gua?”. Tio kemudian mendekati bibirku dan menyentuhnya, “karena gua suka sama lo, lo juga kan?” kata Tio. Aku hanya bisa diam dan mengangguk. Tio langsung melumat bibirku, lidahnya didorong2, dan tangannya mengelus rambutku. Kemudian dia turun ke leher, dijilatnya, dicium, dihisap, bahkan digigit. Dia juga menciumi ketiakku. “hahh.. Hh…” hanya itu suara yang mampu keluar dari mulutku.

Tio membuka celananya, ternyata Tio tidak memakai celana dalam sehingga kontolnya langsung keluar. Kontol Tio tidak terlalu besar, dibanding punyaku masih besar punyaku. Jembutnya tumbuh tipis dan kontolnya sudah disunat. Setelah itu dia menindihku. Aku dipeluk sambil digesekkan kontol Tio ke badanku. Kontolku yang masih bersarang di dalam celanaku pun menjadi sangat ngaceng dan mulai basah.

Lalu Tio bangkit dan berlutut di atas dadaku. Ditempelkannya kepala kontolnya ke mulutku. Aku menolak. Aku merapatkan bibirku dan menggelengkan kepalaku. “ayo dong Rid… Isep dong…” mintanya sambil pura2 memohon. Aku hendak menjawab “jangan” Tetapi ketika aku baru mengucapkan “ja..” kontolnya didorong ke mulutku. “hisap!” perintahnya. Aku sudah tak bisa melawan. Aku hisap saja kontolnya. Aku kulum seperti sedan makan es krim.

Tio mendesah keenakan,”arggh…Rid… Mmmh…”. Tio juga menyodok2 kontolnya di mulutku sehingga aku terdesak2. Aku pun meremas2 pantat seksinya. Kontol Tio mulai mengeluarkan cairan2 asin yang aku telan semuanya. Desahannya semakin kuat dan seksi. “RID! GUA GAK TAHAN!!” teriak Tio. Tio mencabut kontolnya dan CROOOT! Spermanya belepotan di wajahku.

Tio membuka ikatan tali yang mengikatku. Aku peluk dia dan dia menjilat sperma yang tumpah di wajahku. Dikumpulkannya spermanya di dalam mulutnya. Lalu dia menciumku dan memindahkan spermanya ke mulutku. Aku menelan semuanya. Tio tampak lelah, napasnya tidak beraturan, dan mulutnya mendesah2.

Aku yang sejak tadi belum apa2 membalikkan tubuh Tio sehingga sekarang aku yang menindihnya. Tubuhnya kumainkan, kucium, ku gigit, ku gerayangi dan ku raba2. Tio diam sambil terengah2 saja karena masih lelah. Aku menyuruhnya nungging dan kuikat tangannya menggunakan tali yg dipakainya untuk mengikatku, kuikat ke belakang punggungnya seperti yang kucontoh dari manga yaoi(komik gay jepang). Dia merintih kesakitan. Aku berlutut di depan pantatnya dan ku buka celanaku. Ku gesek2 kontolku yang dari tadi ngaceng ke pantatnya. Selanjutnya aku melakukan hal entot-mengentot yang kupelajari dari motnes.com ini. Tio merintih kesakitan. Pantatnya juga mengeluarkan darah. Dia berteriak “udah! Jangan! Ah.. Stop”. Tetapi anehnya dia juga memintaku terus melakukannya. “Duh, ni anak maunya apa sih?” pikirku dalam hati.

CROOT!

Akhirnya spermaku keluar di pantatnya. Aku berteriak keenakan begitu juga Tio. Aku mencabut kontolku dan Tio membalik badannya. Aku ambruk di atas Tio. Aku membisikinya, “lo milik gua dan gua milik lo” lalu aku menciumnya.

Kami berdua ketiduran. Aku baru bangun ketika menjelang maghrib. Aku pulang ke rumah seperti biasa setelah mandi di rumah Tio. Sesampai di rumah aku pura2 baru pulang dari belajar kelompok. Untung hari itu hujan sehingga rambutku yang basah karena mandi tidak mencolok. Ada ada saja…

~end~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: